costume CSE

Loading

Rabu, 20 Maret 2013


BAB II
Geografis Negara Philipina
Filipina adalah sebuah negara republik di Asia Tenggara, sebelah utara Indonesia dan Malaysia. Filipina merupakan sebuah negara kepulauan. Negara ini terdiri dari 7.107 pulau. Filipina seringkali dianggap sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara di mana pengaruh budaya Barat terasa sangat kuat.
Filipina adalah negara paling maju di Asia setelah Perang Dunia II, namun sejak saat itu telah tertinggal di belakang negara-negara lain akibat pertumbuhan ekonomi yang lemah, penyitaan kekayaan yang dilakukan pemerintah, korupsi yang luas, dan pengaruh-pengaruh neo-kolonial. Saat ini Filipina mengalami pertumbuhan ekonomi yang moderat, yang banyak disumbangkan dari pengiriman uang oleh pekerja-pekerja Filipina di luar negeri dan sektor teknologi informasi yang sedang tumbuh pesat.
Masalah-masalah besar negara ini termasuk gerakan separatis muslim di sebelah selatan Mindanao, pemberontak-pemberontak dari Tentara Rakyat Baru (New People's Army) yang beraliran komunis di wilayah-wilayah pedesaan, kebijakan-kebijakan pemerintah yang sering tidak konsisten, tingkat kejahatan yang makin meningkat, dan kerusakan lingkungan seperti penebangan hutan dan polusi laut. Filipina juga mengalami masalah banyaknya penduduk di daerah-daerah perkotaan akibat kurangnya lapangan pekerjaan di wilayah pedesaan dan tingkat kelahiran yang tinggi.
A.    Ibu Kota Negara
Manila (Maynila dalam bahasa Filipino) adalah ibukota dari Filipina. Kota ini terletak di tepi timur Teluk Manila di pulau terbesar dan terutara Filipina, Luzon. Meskipun ada beberapa tempat kemiskinan, kota ini merupakan salah satu kota kosmopolitan dunia dan daerah metropolitannya merupakan pusat ekonomi, budaya, pendidikan dan industri negara ini. Manila sering disebut Mutiara Orient.
Manila adalah daerah metropolitan dengan penduduk lebih dari 10 juta jiwa. Metropolis ini disebut Metro Manila, tapi sering hanya disebut Manila oleh orang asing dan selain penduduk sana, terdiri dari 17 kota dan munisipal. Artikel ini membahas kotanya; lihat Metro Manila untuk artikel tentang daerah metropolisnya.
Kota ini merupakan kota terpadat kedua di Filipina setelah kota Quezon, bekas ibukota Filipina.
Manila dan daerah sekitarnya dijadikan satu kesatuan sebagai Metro Manila untuk mempermudah pengaturan daerah pertumbuhan super cepat ini. Sekarang ini, kota dan metropolisnya berjaya sebagai pusat budaya dan ekonomi. Tetapi kota ini juga mempunyai masalah over-populasi, kemacetan, polusi.
B.     Kemerdekaan Philipina
Filipina meraih kemerdekaan pada 4 Juli 1946. Bangsa Eropa yang pertama kali datang ke Kepulauan Filipina adalah rombongan pelaut Spanyol yang dipimpin oleh Ferdinand Magellan, pada tahun 1521. Setelah itu, selama tiga abad lamanya, Filipina menjadi jajahan Spanyol. Rakyat Filipina melawan penjajahan tersebut, dan makin menguatnya penjajahan itu menjadikan kekuatan Spanyol semakin lemah. Beriringan dengan itu, Spanyol juga mengalami kekalahan dalam perang melawan AS pada tahun 1898, sehingga Spanyol memutuskan untuk menjual Filipina kepada AS seharga 20 juta dollar. Sejak itu, Filipina diperintah Amerika Serikat, dan dari tahun 1935 menjadi sebuah persemakmuran di bawah Amerika Serikat. Periode Persemakmuran itu dipotong Perang Dunia II, ketika Filipina berada di bawah pendudukan Jepang. Akhirnya, Filipina memperoleh kemerdekaannya secara de facto pada 4 Juli 1946.
Filipina adalah negara republik di Asia Tenggara, sebelah utara Indonesia dan Malaysia. Filipina juga merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 7.107 pulau.
C.    Agama
Penduduk Filipina mayoritas beragama Katolik 80%, hal ini disebabkan Filipina merupakan bekas jajahan Spanyol, dilanjutkan dengan Protestan 10%, hal ini karena Filipina dijajah Amerika Serikat, dilanjutkan dengan Islam 5% yang mayoritas berada di Pulau Mindanao, lalu Buddha 2.5% yang merupakan penduduk pendatang dari Korea Selatan, Republik Rakyat China, Malaysia, Singapura, Jepang, India, dan Vietnam. Sebanyak 0.4% menyatakan dirinya Atheis,[rujukan?] dan 2.1% beragama lain
D.    Letak Geografis Philipina
Wilayah Filipina terletak di antara 5 derjat dan 21 derjat Lintang Utara serta 117 derjat dan 126 derjat Bujur Timur. Batas-batasannya, sebelah utara berbatasan dengan Laut Cina dan Pulau Formosa (Taiwan), Sebelah Selatan berbatasan dengan wilayah laut Kepulauan Indonesia, sebelah Timur berbatasan dengan Samudera Pasifik, dan sebelah Barat berbatasan dengan Laut Cina Selatan.

Filipina memiliki kurang lebih 7.107 pulau besar dan kecil, dengan perkiraan luas wilayahnya sekitar 300.000 kilometer persegi. Pulau terbesar di antara ribuan pulau tersebut adalah: Pulau Luzon, Pulau Mindanao, Pulau Samar, Pulau Panay, Pulau Mindoro, Pulau Negros, Pulau Visayan, Pulau Palawan, Pulau Leyte, Pulau Bohol, dan Pulau Masbate.

Kota metropolitan Manila yang menjadi Ibu kota Republik Filipina terletak di wilayah Selatan Pulau Luzon. Kota terpenting lainnya di Filipina antara lain seperti Zamboanga, Davao, Tarlac, San Pablo, Batangas, Legaspi, Iloilo, Ormoc, Naga, dan kota Calbayong.

E.     Keadaan Alam 
Secara umum keadaan alam di negara Filipina tidak jauh berbeda dengan Indonesia, begitu pula dengan corak penghidupan rakyatnya. Melihat kota-kota di Filipina memang terasa ada perbedaan suasana karena lebih kebarat-baratan, tetapi wialayah pedesaannya hampir tak berbeda dengan pedesaan kita.

Wilayah Kepulauan Filipina memiliki kedalaman parit laut sekitar 10.539 meter, atau yang terdalam di dunia, yang berlokasi di lepas pantai timur Pulau Mindanao.

Kepulauan Filipina juga kaya dengan wilayah hutan lindung yang masih asli di Luzon Utara dan Mindanao, daerah perbukitan, gunung-gunung, jurang-jurang curam, dan lembah-lembah yang subur. Danau-danau terbesar di Filipina terdapat Pulau Luzon, Danau Laguna de Bay, dan Danau Sultan Alonton di Pulau Mindanao.

Karena keadaan alamnya termasuk subur, penduduk negeri ini sebagaian besar memperoleh penghasilan dari bertani dan berkebun. Sawah-sawah dijumpai hampir di semua kepulauan negeri itu.

F.     Iklim Di Filipina
Keadaan iklim di Filipina juga tidak berbeda jauh dengan Indonesia, Iklim di Kepulauan Filipina termasuk wilayah yang dipengaruhi oleh angin muson yang memberinya dua jenis musim, yaitu musim hujan antara juni sampai Februari dan Musim Kemarau antara Maret sampai Juli. Di beberapa wilayah hujan turun amat lebat, sementara di wilayah lainnya agak jarang. Angin yang banyak membawa hujan adalah yang bertiup dari arah Barat Daya dan Barat Laut. Sebaliknya, bila angin taufan muncul dari arah Utara serta Timur Laut, seluruh wilayah Filipina mengalami penderitaan akibat serangnya.

Curah hujan tertinggi dialami Pulau Luzon. Curah hujan yang menimpa kota Manila bisa mencapai 1.200 mm setahunnya. Curah hujan tertinggi di Filipina mencapai 2.500 mm, dibandingkan dengan curah hujan tertinggi di negeri Belanda misalnya hanya sekitar 750 mm setahunnya.

Bagi Filipina, angin taufan merupakan suatu bencana nasional. Pada saat angin taufan berembus, gelombang laut yang membentur pantai-pantai yang dilaluinya bisa mencapai 75 sampai 150 meter tingginya.

G.    Flora dan Fauna
Filipina, seperti halnya dengan Indonesia memiliki banyak sekali jenis tumbuhan dan binatang liar. Pohon banyan dan palma tumbuh di hutan-hutan rimba yang dilindungi dengan baik. Di sini juga terdapat phon bambu serta sekitar 90.000 jenis tanaman tropis berbunga yang tumbuh di seluruh kepulauan ini. Sementara itu, pohon kelapa merupakan kekayaan pantai-pantai Filipina, terutama di wilaah Selatan. Karena itu salah satu komoditi ekspor yang cukup penting bagi Filipina Selatan adalah Kopra.

Binatang liar utama yang ditemukan di kepulauan Filipina adalah berbagai jenis ular dan kera, serta jenis-jenis binatang menyusui yang lebih kecil. Filipina juga memiliki berbagai jenis burung, sementara hewan piaraan yang utama di negeri itu adalah kerbau. Seperti di Indonesia, kerbau-kerbau itu digunakan tenaganya untuk membajak sawah.

Sumber: Syahbuddin Mangandaralam. 1988. Mengenal Dari Dekat Filipina Tanah Air Patriot Pujangga Jose Rizal. Penerbit Remadja Karya. Bandung. 
H.    Budaya
Kebanyakan masyarakat Filipina gemar menyanyi serta menari pada setiap kali pesta keramaian. Tarian bambu ini memerlukan pergerakan kaki yang cocok.
Bahay Kubo merupakan rumah tradisional yang terkenal di Filipina, yang dibuat dari daun kelapa, nipah, dan bambu. Terdapat tanglung berbentuk bintang yang digantung di hadapan rumah yang bernama Parol. Semasa Natal, kebanyakan masyarakat di sana gemar menjadikan parol sebagai hiasan rumah mereka.
Organ bambu ini menggunakan lebih kurang 1.000 batang bambuh. Konon ini adalah satu-satunya organ yang dibuat dari bambu di dunia.
I.       Jumlah Penduduk
Filipina berada di urutan ke-12 di dunia dalam jumlah penduduk dengan jumlah 86,241,697 jiwa pada 2005. Sekitar dua per tiga penduduk tinggal di Pulau Luzon dan Manila, ibu kotanya, berada di urutan ke-11 dalam jumlah penduduk area metropolitan. Orang-orang Filipina dikenal dengan nama Filipino yang berasal dari orang aborigin Taiwan dan bercampur dengan orang-orang Tiongkok Selatan, Polinesia, dan Spanyol/Amerika. Orang Filipina terbagi dalam 12 kelompok etnolingustik dengan yang terbesar adalah Tagalog, Cebuano, dan Ilocano. Penduduk asli Filipina ialah suku Aeta namun sudah terpinggir dan populasinya tinggal 30 ribu jiwa.
Tiga kelompok minoritas terbesar asing adalah orang Tionghoa, Amerika, dan Asia Selatan. Sisanya adalah orang-orang Eropa, Arab, Indonesia, Korea, dan Jepang. Orang-orang Mestizo adalah minoritas sebesar 1-2% yang berpengaruh. Dalam penelitian dari Universitas Stanford, ditemukan bahwa 3,6% populasi memiliki turunan dari bangsa Eropa. 95,9% penduduk Filipina bisa membaca, salah satu yang tertinggi di Asia, dan setara untuk pria maupun wanita. Angka harapan hidup penduduknya adalah 69,29 tahun; 72,28 untuk wanita dan 66,44 untuk pria. Pertumbuhan penduduk per tahunnya sebesar 2,1% dan sekarang Filipina sedang mengalami masalah kepadatan penduduk karena angka kelahirannya tinggi. Filipina mempunyai kira-kira 92,2 juta penduduk menurut perkiraan sensus 2009
J.      Peta Negara

 













K.    Adat Istiadat Philipina
Orang Filipina terbiasa menyapa dengan bersalaman. Saat orang yang lebih muda bertemu dengan yang lebih tua, biasanya harus mencium punggung tangan orang yang lebih tua sebagai rasa hormat. Wanita muda di Filipina ketika bertemu dengan yang lebih tua harus mencium kedua belah pipinya sebagai rasa hormat.
Beberapa suku asli di Filipina mempunyai cara salaman yang sangat khas. Ketika selesai salaman mereka akan berbalik dan mundur beberapa langkah. Ini mengartikan memberikan penjelasan bahwa mereka tidak menyimpan pisau di punggung mereka. Mereka menganggap ini sebagai cara salaman yang paling benar dan tulus.
Orang Filipina kebanyakkan memeluk agama Katolik Roma dan sebagian kecil memeluk agama islam.
Orang Filipina sangat tabu angka 13 karena dianggap sebagai “dewa jahat” yang melambangkan malapetaka dan bencana. Mereka juga tabu menerima dan memberikan sesuatu dengan tangan kiri karena dianggap sebagai tangan yang kotor.
Filipina dulunya adalah daerah kolonial Spanyol. Budaya di Filipina kebanyakkan mendapat pengaruh dari Spanyol. Di Filipina tidak boleh minum arak dan toko-toko juga dilarang untuk menjual arak.






Jumat, 04 Januari 2013

TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER 1 KOMPUTER

Interaksi Yodium dengan Zat gizi lain


Pendahuluan

Menurut Golden (1992), yodium termasuk dalam klasifikasi/kategori nutrient type I (pertama), bersama sama dengan zat gizi lain seperti besi,selenium,calcium, thiamine dll. Type I ini mempunyai ciri yang apabila kekurangan maka gangguan pertumbuhan bukan merupakan tanda yang pertama melainkan timbul setelah tahap akhir dari kekurangan  zat gizi tersebut. Tanda yang spesifik lah yang pertama akan timbul. Dalam hal kekurangan yodium, dapat menyebabkan gangguan akibat kekurangan yodium yang sering disebut IodineDeficiency Disorder (IDD). Dalam type II, pertumbuhan akan terganggu terlebih dahulu, tetapi memberikan nilai penilaian biokimia cairan tubuh yang normal. Nutrient yang termasuk ini adalah potasium, natrium, zinc dll.

IDD adalah gangguan yang merugikan kesehatan sebagai akibat dari kekurangan yodium, yang kita kenal juga dengan singkatan GAKY. Kekurangan yodium pada tanah menyebabkan masyarakat yang hidup dan bertempat tinggal di daerah tersebut menjadi masyarakat yang rawan terhadap IDD. Yang paling ditakutkan dari kekurangan yodium ini adalah meningkatnya kematian bayi beberapa saat setelah dilahirkan dan perkembangan otak yang terhambat (neonatal hypotyroidsm). Faktor yang berperan dalam kejadianIDDdiantaranya adalah adanya hubungan idoium dengan zat lain misalnya thyosianat dan selenium (Thaha dkk, 2001) Tulisan dibawah ini akan membahas lebih lanjut hubungan tersebut.

A. Selenium

 

Ketersediaan selenium yang kurang pada tanah diduga juga mengandung rendah yodium pada tanah yang sama. Untuk sementara interaksi antara yodium dan selenium dalam proses penyerapan belum ada. Kalaupun ada interkasi ini sangat kompleks dan terkait dengan fungsi fungsi selenium dalam selenoprotein. Pada binatang percobaan ditemukan bahwa kurang selenium meningkatkan kadar T3 di jantung, sehingga dapat menimbulkan peningkatan denyut jantung dan palpasi. Selenoprotein yang juga terlibat dalam interaksi metabolisme yodium ialah iodotyronine deiodinase  yang berfingsi merubah  thyroxine (T4) menjadi bentuk aktif dari hormon thyroid triiodothyronine (T3) (Satoto, 2001).. Enzym tersebut merupakan selenium-dependent enzymes selain merupakan katalisator utama dalam perubahan thyroxin (T4) menjadi triiodotyronine (T3) juga merupakan katalisator yang merubah dari T3 menjadi T2 untuk mempertahankan level T3 (www.orst.edu/depth/lpi/infocentre/minerals/iodine).

Selain itu, salah satu contoh dari selenoprotein yang berhunbungan dengan metabolisme yodium adalah glutathione peroxidase, berfungsi sebagai antioksidan utama dalam tubuh manusia dan binatang (Satoto, 2001). Dengan adanya gambaran diatas, jelas bahwa akibat dari kekurangan selenium asupan T3 dalam sel tubuh juga menurun. 

B. Thiosianat

 

Tiosiant dikenal sebagai zat goitrogenik yaitu zat yang dapat menghambat transport aktif yodium dalam kelenjar tiroid dan yang paling potential dari zatgoitrogenik yang lain. Menurut  Bourdoux (1993) dalam Thaha (2001), thyocianat adalah komponen yang utama pada kelompok zat goitrogenik yang dapat mewakili asupan kelompok goitrogenik melalui makanan. Delanggu dalam Thaha (2001) melaporkan bahwa disuatu populasi bila perbandingan antara eksresi yodium dan tiosianat dalam urin (ug/g) kurang dari 3, maka daerah tempat populasi itu berada mempunyai resiko yang potensial untuk terjadinya gondok endemik. Makin kecil perbandingan antara eksresi yodium dan thyiosinat dalam urin maka semakin tinggi tingkat endemisitasnya. Namun demikian, menurut Larsen dan Ingbar dalam Thaha (2001), hambatan oleh pengaruh tiosinat hanya efektif bila konsentrasi yodium plasma normal atau rendah.

Penelitian di Pulau Seram Barat, Seram Utara dan pulau Banda menunjukkan adanya perbedaan ekresi thyocianat yang bermakna antara daerah endemik GAKY dan daerah non-endemik GAKY yang mana kandungan thyosianat tinggi pada daerah kontrol dibandingkan daerah kasus. Hal ini bertentangan dengan dugaan bahwa kandungan thiosinat yang tinggi akan dijumpai pada daerah gondok endemik. Data dari P. Buru menujukkan nilai eksresi tiosianat yang paling tinggi dibanding dengan tiga daerah lain sehingga menyebabkan tingginya nilai tiosinanat di urin pada kelompok kontrol. Akan tetapi rasio eksresi yodium dan eksresi tiosinat pada urin daerah yang endemik menunjukkan lebih kecil dari pada daerah yang non endemik (Thaha, 2001) yang menandakan bahwa ratio yang semakin kecil menghasilkan resiko yang semakin besar terhadap gondok endemik. 

 

C. Besi

Besi adalah mineral yang paling banyak dipelajari dan diketahui oleh para ahli gizi dan kedokteran di dunia. Penemuan terakhir membuktikan bahwa kekurangan besi dapat menyebabkan terganggunya metabolisme tiroid dalam tubuh manusia. Penelitian yang dilakukan oleh Zimmermann dkk (2000) yang membagi kelompok anak anak yang menderita kekurangan yodium menjadi dua, yaitu anak yang menderita anak yang kekurangan iodine saja dan anak yang menderita kekurangan iodine dan besi. Pada kelompok pertama dan kedua, semua anak diberi 200 mg oral iodine dalam minyak. TSH (thyroid Stimulation Hormon, IU (iodine concentration), T4, dan volume kelenjar thyroid diambil pada awal dan minggu ke 1,5,10, 15 dan 30 minggu sesudah pemebrian. Sesudah 30 minggu pemberian iodine, bagi kelompok yang anaemia karena kekurangan besi diberikan tablet besi (ferrous sulphate) 60 mg secara oral 4 kali perminggu selama 12 minggu. Hasilnya menunjukkan bahwa pada minggu ke 30 setelah pemberian iodine kedua kelompok, terjadi penurunan volume rata-rata tiroid menurun dibandingkan dengan awal sebelum dilakukan pemberian iodine, masing masing 45.1% dan 21.8 % (p kecil 0.01).  Pada kelompok yang ke dua, penurunan volume tiroid lebih menurun bila dibandingkan dengan baseline, yaitu menjadi 34.8% pada minggu ke 50 dan 38.4 % pada minggu ke 65.  Hal ini menunjukkan bahwa suplementasi besidapat meningkatkan kemampuan iodone dalam minyak pada anak anak yang kekurangan yodium. (Zimmermann, M et al, 2000)

D. Mineral and vitamin lain

Interaksi antara yodium dengan mineral and vitamin lain perlu diteliti lebih lanjut, baik secara laboratorium dengan menggunakan hewan percobaan maupun di lapangan terhadap manusia. Penelitian yang melkihat inetraksi secara langsung antara yodium dengan vitamin A pernah dilakukan namun perlu konfirmasi lebih lanjut. Penelitian oleh Van Stuijvenberg dkk, (1999) misalnya yang mengambil 115 anak di Afrika Selatan usia 6-11 tahun yang diberi biskuit selama 43 minggu sampai lebih dari 12 bulan dibandingkan dengan control. Biskuit mengandung besi, yodium, and betha carotene sedangkan control adalah biskuit yang tidak difortifikasi. Pada akhir intervensi, terlihat pada tidak ada perbedaan perubahan dalam pengecilan kelenjar tiroid anak anak secara signifikan, Akan tetapi terjadi penurunan jumlah anak anak yang mempunyai eksresi yodium yang rendah (100 ug/L) dari semula berjumlah 97.5% menjadi tinggal 5.4%. Peningkatan eksresi urin tersebut sangat signifikan  (p kecil 0.0001). (van Stuijvenberg dkk, 1999).



Daftar Pustaka

Golden MHN. Specific deficiency versus growth failure: Type I and type II nutritients. SCN News 1992;No. 12:10-14.

Satoto. Seleneium dan Kurang Iodium dalam Kumpulan Naskah Pertemuan Ilmiah Nasional Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY) 2001 editor Djokomoeljanto, dkk. Semarang, Badan penerbit Universitas Diponegoro. 2001

ICCIDD, UNICEF, WHO. Assessment of Iodine Deficiency Disorders and Monitoring their Elimination. A guide for Programme managers. 2nd Ed. Geneva, 2002.

Thaha, Razak; Dachlan, Djunaidi M; Jafar, Nurhaedar, Jafar. Analisis faktor resiko “coastal goiter” dalam Kumpulan Naskah Pertemuan Ilmiah Nasional Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY) 2001 editor Djokomoeljanto, dkk. Semarang, Badan penerbit Universitas Diponegoro. 2001

Van Stuijvenberg, M Elizabeth et al. Effect of iron-, iodine-, and b carotene-fortified biscuits on the micronutrient status of primary school children: a randomized controlled trial. Am  J Clin Nutr 1999; 69: 497-503